Selasa, 19 Juni 2012

Dampak Bahaya Riba Terhadap Pelaku Usaha Kecil



Siapapun bisa menjadi seorang pengusaha. Mulai dari mereka yang lulus dari perguruan tinggi terkemuka luar negeri, hingga seorang lulusan SD sekalipun. Meski, tidak semua orang yang memilih jalan menjadi pengusaha berakhir dengan kesuksesan. Hal ini bergantung dengan kerja keras dan kemauan masing-masing.
Saat ini, menjadi pengusaha juga semakin dipermudah. Terutama akses mendapatkan modal. Bahkan banyak yang menawarkan pinjaman tanpa agunan. Hanya saja, tidak semua modal tersebut memiliki dampak yang positif. Tidak jarang, pinjaman tanpa agunan yang didapatkan malah menjadi sumber kehancuran usaha. Hal ini pun kerap dialami, terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.

Mereka kerap memanfaatkan layanan pinjaman modal usaha yang ditawarkan oleh berbagai pihak. Apalagi, syarat yang diperlukan bisa dipenuhi dengan mudah. Namun, hanya sedikit yang menyadari kalau pinjaman modal usaha atau pinjaman tanpa agunan tersebut merupakan awal kemunculan ancaman bahaya riba. Tidak hanya menyangkut diri sendiri, tapi juga keluarga dan orang-orang terdekat.

Agama Islam secara tegas mengharamkan berbagai jenis riba dan termasuk dalam jenis dosa besar. Umat Islam pun telah diingatkan berulang kali mengenai bahaya riba. Bahkan, para pelaku aktivitas riba, seperti dalam QS. Al-Baqarah :278-279, disebut sebagai orang yang memerangi Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Meski ancaman yang sedemikian besar, banyak pelaku usaha yang masih menggantungkan hidupnya dengan utang riba yang berbentuk pinjaman tanpa agunan. Mulai dari pelaku usaha kecil hingga pemilik perusahaan besar.  Padahal, bahaya riba terlihat secara nyata bagi seorang pelaku usaha. Termasuk di antaranya adalah:

1.    Jeratan utang yang tak kunjung usai
Fenomena yang sering muncul, riba menjadikan utang tidak kunjung selesai. Bukannya lunas, utang tersebut malah bertambah banyak. Alasan utamanya adalah, nilai bunga yang sangat tinggi.

2.    Hilangnya rasa empati
Bahaya riba bagi pelaku usaha kecil berikutnya adalah hilangnya rasa empati kepada sesama. Alih-alih memikirkan nasib orang-orang yang tidak beruntung, mereka lebih memikirkan caranya untuk melunasi tagihan bulanan.
3.    Pola hidup yang boros
Riba juga menimbulkan pola hidup yang boros bagi para pelakunya. Termasuk yang memberi utang atau yang mengajukan utang.
4.    Harta yang tidak membawa berkah
Uang yang dihasilkan dari utang riba memang terlihat besar. Hanya saja, sering harta tersebut malah menjauhkan pemiliknya dari orang-orang di sekitar dan Allah SWT.
5.    Azab di dunia dan di akhirat
Bahaya riba tidak hanya dirasakan di dunia. Mereka yang terjerumus dalam praktik ini juga mendapatkan ancaman yang tak kalah besar di akhirat kelak.
Dengan bahaya yang sedemikian besar, masih tertarik dengan utang riba? Yuk investasi kepada UKM potensial dengan bebas riba di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar